Kamis(21/9) Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir menggagas acara orientasi akademik yang fokus utamanya adalah adik-adik mahasiswa baru swcara khsusus dan secara umum seluruh mahasiswa IAT.

Tema acara ini adalah Berorientasi dan Berinteraksi. Kusroni, selaku mewakili pimpinan prodi menyampaikan beberapa poin. Pertama, bahwa acara-acara semacam ini sangat bagus untuk menunjang prosea pembelajaran di kelas. Kedua, bahwa minat terhadap kajian Islam (Islamic Studies) aecara secara umum dan Kajian Quran dan Tafsir (Quranic Studies) secara spesifik di kalangan sarjama Eropa dan Amerika meningkat secara dramatis sejak beberapa dekade. Nah, kita sebagai warga Indonesia yang sejak lahir sudah akrab dengan Al-Quran mestinya tidak boleh kalah dengan para Sarjana di Barat itu. Ketiga, bahwa budaya literasi dibkalangan mahasiswa selama ini rata-rata masih karena tuntutan tugas kuliah. Mestinya, budaya literasi akademik mulai sekarang harus berorientasi pada menghasilkan karya akademik yang bermutu yang bersifat non tugas kuliah. Kusroni menambahkan, bahwa fakta mengenai hal di atas sudah menjadi hal yang menbudaya dan tampaknya sulit untuk diubah. Namun ia yakin dan selalu memotivasi para mahasiswa agar selalu menumbuhkan budaya literasi akademik.

Dalam kesempatan ini, Muhammad Khudori, salah satu dosen tetap prodi IAT juga memberikan beberapa wejangan dan motivasi. Salah satunya adalah terkait prospek kerja lulusan prodi IAT. Menurutnya, lulusan prodi IAT memiliki banyak peluang kerja, di antaranya, menjadi tenaga ahli penyuluh keagamaan di Kementerian Agama, Guru bidang Tafsir Hadis di lembaga sekolah menengah, dan konsultan ahli serta Da’i. Kesempatan lulusan prodi IAT juga luas karena alumni prodi IAT relatif lebih sedikit daripada prodi lainnya. Hal ini merupakan peluang yang besar untuk berkompetisi.

Leave a Comment