Surabaya(29/01/2019,
Himpunan Mahasiswa Program Studi Akhlaq dan Tasawwuf Sekolah Tinggi Agama Islam(STAI) Al Fithrah, Surabaya mengadakan Seminar Tasawwuf . Acara ini dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2019 bertempat di Lantai 4 gedung STAI Al Fithrah. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB, di buka dengan do’a tawassul dan pembacaan sholawat fii Hubbi yang dipimpin oleh Dr. H. Muhamad Musyaffa’,M.Th.I. Acara ini menghadirkan Dr. Sokhi Huda M,Ag dosen di UIN Sunan Ampel Surabaya sebaga pembicara utama,dan Dr. H.Muhamad Musyaffa’, M.Th.I sebagai pembanding. Acara ini di hadiri sekitar 100 orang peserta seminar.
Menurut penuturan M. Odi Arifianto sebagai ketua pelaksana pada kegiatan ini, seminar ini bertujuan untuk memperkenalkan tasawwuf kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda atau generasi millennial. Yang mana tasawwuf pada era industry 4.0 ini menjadi sangat penting perannya bahkan mencuri perhatian dari berbagai kalangan. Pada seminar ini juga di jelaskan terkait bagaimana respon atau tanggung jawab tasawwuf kontemporer terhadap generasi millennial.
Pada acara ini pula, Dr. Sokhi Huda, M.Ag sebagai pembicara utama memaparkan dengan lengkap tentang pengertian tasawwuf, karakter tasawwuf dan peran tasawwuf sebagai penanggung jawab moral dari generasi ke generasi. Pembicara juga meneyebutkan bahwa peran tasawwuf terhadap generasi millenial ini sangat vital, di karenakan tasawwuf sendiri yang merupakan Sufism yang terbentuk dari perilaku para sufi maka wajarlah bahwa tasawwuf bisa dikatakana sebagai pembentuk moral bagi manusia. Pembicara juga memaparkan ajaran tasawwuf yang responsible terhadap zaman juga memberikan keuntungan terhadap pembentukan moral dan perilaku generasi millenial. Hal ini ditunjukkan respon tasawwuf kontemporer terhadap generasi millenial yang menimbulkan sikap percaya diri, optimis,toleran, mengutamakan prestasi baik dalam bidang ukhrawi atau duniawi dan memberikan kontribusi atau khidmah yang diabdikan untuk masyarakat dan disandarkan kepada Allah SWT.
Dr. H. Muhamad Musyaffa’, M.Th.I sebagai pembanding pada acara ini memberikan kritikan dalam hal pencantuman kata “kontemporer”. Beliau mengatakan dengan dicantumkannya kata “kontemporer” ini di takutkan akan adanya pengkotak-kotakan terhadap tasawwuf, sedangkan pengkotak-kotakan tasawwuf tersebut berasal dari pemikiran para orientalis. Maka dari itu pembanding kurang sependapat pada penambahan “kontemporer” dalam pembahasan tasawwuf
Acara berakhir jam 17.00 WIB, di tutup dengan pembacaan do’a penutup dan foto bersama. (Afifah)

Leave a Comment