Yogyakarta (19-21/08/19). Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir (AIAT) se-Indonesia melaksanakan kegiatan Annual Meeting ke-4 dan Seminar Nasional dengan tema “Studi Quran di Era Disruptif”. Perhelatan akbar tingkat nasional ini berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 19-21 Agustus 2019, berlokasi di Grand Palace Hotel, Yogyakarta.
Tidak kurang dari 54 prodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) baik negeri maupun swasta dari berbagai wilayah di Indonesia hadir dalam pertemuan ini, dengan jumlah peserta tak kurang dari 60 perwaklian.

Salah satu tema pembahasan dalam annual meeting ini adalah mengenai kekhasan prodi IAT di setiap lembaga. Hal ini, menurut Dr.phil. Sahiron Samsudin, ketua AIAT se-Indonesia, sangat penting. “Karena dengan penentuan kekhasan inilah para masyarakat akan mudah dalam memilih fokus atau konsentrasi yang ingin diperoleh dalam kuliah prodi IAT . UIN Jogja, misalnya, kekhasannya ada pada Tafsir Kontemporer, UIN Surakarta pada Tafsir Nusantara, dan lain sebagainya.”

Sementara prodi IAT Al Fithrah Surabaya, yang diwakili oleh Kusroni,M.Th.I, selaku Sekretaris prodi menyampaikan bahwa, “Prodi IAT Al Fithrah Surabaya memiliki kekhasan dalam “Kajian Tafsir berbasis Turats”. Kekhasan ini relevan dengan latar belakang kampus Al Fithrah yang lahir dalam kultur akademik dan nilai-nilai Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, yang merupakan pesantren salaf menekankan kepada melestarikan warisan tradisi ilmiah dan amaliah salafush shalih, selain pada nilai-nilai tasawuf dan tarekat yang lebih menonjol, tentunya”.

Pada annual meeting ini juga dilaksanakan acara penandatanganan kerjasama MoU dan MoA antar anggota asosiasi.

Leave a Comment